PENDAHULUAN
Dalam kehidupan
sehari-hari kita pasti mendapati sampah-sampah plastik di jalanan maupun di
dalam ruangan. Sampah plastik tersebut jika tidak diolah dengan baik maka bisa menyebabkan
banjir dan memunculkan berbagai sumber penyakit. Hal tersebut sudah dirasakan
warga Jakarta bertahun-tahun, terutama didaerah pinggiran. Selain banjir,
banyak penyakit yang muncul dan menyerang warga, terutama didaerah pinggiran. Warga
yang tinggal disana biasanya membuang sampah di kali dan melakukan kegiatan
sehari-harinya disana, yang menyebabkan penyakit seperti diare bisa terjangkit.
Dalam rangka
meminimalisir sampah plastic, sekarang banyak didirikan komunitas yang bergerak
didalam bidang daur ulang sampah plastik. Kegiatan ini selain mengurangi sampah
plastic yang dibuang, juga bisa menguji kreatifitas dalam membuat suatu karya.
Barang-barang baru yang dihasilkan dari proses daur ulang ini kemudian bisa
dijual sehingga bisa menghasilkan uang. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun
juga banyak yang tertarik dengan bidang ini karena bisa menggunakan
barang-barang plastic dirumah serta belajar bagaimana menggunakan dan
memanfaatkan barang.
Dalam rangka
mengikuti kelas Character Building: Kewarganegaraan tahun ajaran genap
2016/2017, kami diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan daur ulang dengan
Komunitas Warga Peduli Lingkungan.
PERMASALAHAN
Kurangnya
kesadaran akan lingkungan, membuat banyak sekali orang-orang yang suka membuang
sampah tanpa memilihannya terlebih dahulu, dan tidak sedikit juga yang suka
buang sampah sembarangan dijalan. Walaupun sudah banyak papan peringatan dan
tempat sampah diperbanyak, hal tersebut tidak dihiraukan oleh masyarakat. Hal
ini bisa berdampak langsung terhadap kehidupan manusia dan bisa menjadi salah satu penyebab penyakit-penyakit
yang akan muncul.
METODE
KEGIATAN
Kami melakukan
daur ulang dengan menggunakan bahan yang sudah disediakan oleh Bu Ros, salah
satu pengrajin aktif WPL. Kami hanya perlu membawa diri, akan tetapi jika
mempunyai banyak sampah plastik boleh dibawa untuk di daur ulang bersama. Tentunya
sudah dibersihkan dan dikelompokan sehingga mudah untuk mencari ide untuk di
daurnya. Kegiatan dilakukan kurang lebih 2 jam dan bertempat di rumah Bu Ros di
daerah depok selama 5 hari.
KONSEP
DAN TEORI
Kegiatan ini akan dilaksanakan dihari
libur dimana semua anggota kelompok bisa melakukan kegiatan ini bersama-sama.
Kami akan mendaur ulang sampah plastik dengan kemampuan yang kami miliki serta
dengan bimbingan pengrajin dari komunitas WPL. Alat dan bahan akan kami bawa
jika ada sampah plastic dirumah, lalu akan kami bawa ketempat pengrajin untuk
diolah.
PELAKSANAAN
Peran aktif
masyarakat untuk mengolah sampah bisa dibilang belum terlalu banyak, maka dari
itu kami bekerja sama dengan Komunitas Warga Peduli Lingkungan (WPL) untuk melakukan
kegiatan tersebut, berikut daftar hari dimana kami melakukan kegiatan bersama
komunitas WPL:
1. Survey
dan perijinan
Hari: Jumat, 10 Maret
2017
Waktu: 14.00 – 13.00
Tempat: Komunitas WPL
Kami datang berkunjung ke rumah Pak Baron untuk yang
pertama kalinya untuk survey lokasi dan perijinan. Pada awalnya kami sedikit
tersesat karena mengikuti jalan yang salah di google maps, akan tetapi setelah
kami menelpon pak Baron dan mengkonfirmasi lokasi yang benar, baru akhirnya
kami sampai ketempat tujuan. Sesampainya disana kami memperkenalkan diri lalu
menjelaskan maksud kedatangan kami. Pak Baron juga menjelaskan tentang kegiatan
apa saja yang ada di komunitas ini serta menampilkan video profile tentang
Komunitas WPL agar kami dapat lebih memahami tentang komunitas ini
Apa itu
Komunitas WPL ?
Komunitas ini awalnya ingin memberdayakan kemampuan
atau skill yang dimiliki oleh ibu rumah tangga yang ada di sekitar rumahnya.
Tujuan asli dari dibentuknya komunitas ini adalah ingin merubah perilaku masyarakat
agar lebih peduli dengan lingkungan dan menjadi lebih produktif dengan cara
mendaur ulang sampah-sampah plastik rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai
dan bisa bermanfaat. Selain mendaur ulang, komunitas ini juga memiliki kegiatan
lain seperti, mengadakan taman baca di taman kota dan membuat makanan.
Setelah kami menjelaskan maksud kedatangan kami dan
setelah Pak Baron menjelaskan tentang kegiatan apa saja yang ada di komunitas
ini, kami kemudian diberikan info tentang pengrajin yang aktif yang dapat kami
hubungi untuk langsung membuat janji bertemu. Kami juga diberitahu bahwa pada
hari Selasa, 14 Maret 2017, akan ada acara sosialisasi tentang daur ulang di
SDIT Darul Abiddin pada pukul 9-12 siang, dan Pak Barun mengundang kami untuk
ikut dalam kegiatan tersebut.
2. Kegiatan
daur ulang (membuat kerajinan dari sampah rumah tangga)
Hari: Jum’at, 14 Maret
2017
Waktu: 11.00 – 13.00
Tempat: Komunitas WPL
Pada hari ini, kami mengikuti kegiatan yang Pak Baron sudah
jelaskan di SDIT Darul Abiddin. Sebelumnya kami diberitahu bahwa kegiatan
tersebut akan dimulai pada pukul 9 namun ternyata terdapat perubahan waktu
menjadi pukul 1 siang. Akhirnya kami sampai sekitar pukul 1 siang namun pada
saat kami sampai di sana, suasana terlihat sangat sepi seperti tidak ada acara
sama sekali. Kemudian kami mencoba bertanya kepada satpam mengenai kegiatan
tersebut namun satpam itu pun juga tidak mengetahui tentang kegiatan tsb. Lalu
kami mencoba menghubungi Ibu Wulan (istri Pak Baron) namun nomor tersebut tidak
aktif dan akhirnya kami mencoba menghubungi Pak Baron untuk menanyakan tentang
kegiatan tsb.
Akhirnya setelah susah payah kami berhasil menemukan Ibu
Wulan dan kami langsung diajak ke salah satu kelas untuk ikut dalam kegiatan
sosialisasi daur ulang tersebut. Disini kami membuat jepit kupu-kupu dan
mempelajari langkah awal untuk membuat bando.
3. Kegiatan
daur ulang (membuat kerajinan dari sampah rumah tangga)
Hari: Jum’at, 17 Maret
2017
Waktu: 13.00 – 15.00
Tempat: Komunitas WPL
Hari
ini kami mengunjungi rumah Bu Ros, salah satu pengrajin Komunitas WPL yang aktif. Kami membuat janji untuk bertemu dengan ibu Ros pada pukul 10 pagi.
Sesampainya di sana, kami berkenalan satu persatu kemudian langsung melakukan
proses daur ulang menggunakan bekas bungkus kopi. Kami diajari untuk membuat
gantungan kunci, jepit rambut, dan juga bando.
Pertama,
Bu Ros mengajari kami membuat bentuk dasar, yaitu dadu. Untuk membuat sebuah
gantungan kunci, diperlukan 3 buah bentuk dadu yang kemudian disambung atau
dianyam menggunakan benang pancing dan juga jarum berukuran besar menjadi satu
kesatuan. Setelah ketiga dadu tersebut sudah tersambung barulah dipasang
gantungannya. Setelah itu kami membuat jepitan. Caranya lebih mudah daripada
membuat gantungan kunci. Kita cukup membuat bentuk dasar untuk membuat dadu,
kemudian di jepitkan dengan jepitan rambut yang masih polos. Kami juga membuat
bandana, caranya sama dengan membuat dasar dari dadu, akan tetapi anyamannya
tidak berhenti sampai 6 kotak untuk membuat dadu, diteruskan sampai seukuran
panjangnya bando polos yang akan digunakan. Kemudian direkatkan dengan
melilitkan benang pancing disepanjang anyaman dan bando polos tersebut.
4. Kegiatan
daur ulang (membuat kerajinan dari sampah rumah tangga)
Hari: Kamis, 23 Maret
2017
Waktu: 13.00 – 16.00
Tempat: Komunitas WPL
Pada pertemuan ke-3 kami mulai membuat produk baru yaitu
dengan menganyam sampah bungkus kopi yang dibuat untuk sarung tisu atau tas.
Kami memulai pertemuan pada jam 1 siang karena pada pagi harinya Bu Ros harus
menghadiri pengajian terlebih dahulu. Pertama-tama kami diajarkan cara untuk
mencari sisi mana yang cocok untuk dibuat pola yang bagus, kemudian cara
menggunting, mengganjalnya dengan kertas undangan yang sudah tidak terpakai,
dan kemudian dilipat dengan rapih. Setelah itu kami diajarkan untuk menyambung
potongan-potongan tersebut seperti foto dibawah. Untuk membuat 1 tas dibutuhkan
kurang lebih 80-160 bungkus kopi.
Karena kami masih dalam proses belajar dan menganyam atau membuat
kerajinan tangan termasuk hal baru bagi kami, maka prosesnya pun sedikit
lambat. Berbeda dengan Bu Ros yang sudah cekatan dalam mencari pola,
mengguntik, melipat, dan menyambungkan potongan-potongan tersebut. 2 jam pun
sepertinya masih kurang untuk kami membuat 1 baris anyaman, karena dibutuhkan
ketepatan ukuran yang mungkin paling sulit untuk dibuat dalam proses ini.
Karena jika ukurannya tidak sama, hal tersebut dalam mempengaruhi kerapihan
serta penampilan produk yang bagus. Pada sesi pertemuan hari ini kami tidak
dapat menyelesaikan produk tempat tisu yang sedang kami kerjakan sehingga
proses pembuatannya dilanjutkan di sesi pertemuan berikutnya.
5. Kegiatan
daur ulang (membuat kerajinan dari sampah rumah tangga)
Hari: Selasa, 28 Maret
2017
Waktu: 13.00 - 14.00
Tempat: Komunitas WPL
Pada hari terakhir,kami bersama bu Ros melanjutkan
anyaman yang kemarin kami mulai. Akhirnya kami memutuskan untuk membuat bungkus
tissue ukuran kecil karena prosesnya lebih cepat dan lebih sedikit anyamannya.
Kami membagi tugas dengan ada yang membuat bagian-bagian kecil dan ada yang
menyambungkannya menjadi anyaman. Walaupun kami sedikit lupa cara untuk
menganyamnya, bu Ros dengan sabar mengajarkan caranya kembali kepada kami
sekaligus memeriksa hasil kerja kami dan memperbaikinya jika ada yang salah atau
kurang pas. Namun, karena 2 anyaman tersebut sudah hampir selesai, kami
menyelesaikannya selama kurang lebih 1 jam, sambil makan tahu bulat dan teh
manis yang sudah disediakan bu Ros dan mengobrol tentang kegiatan sehari-hari
bu Ros sebagai salah satu pengrajin dari Komunitas WPL. Setelah sedikit
penyesuaian dan akhirnya lipatan terkahir dari anyaman tersebut akhirnya
jadilah sarung untuk tisu tersebut yang berjumlah 2 buah. Setelah itu kami
tidak lupa untuk berfoto terlebih dahulu sebelum pamit dan berterima kasih
kepada bu Ros atas kesediaannya menerima kami.
HASIL
Dalam pertemuan
tersebut, kami belajar banyak dan berhasil membuat bando, gantungan kunci,
jepitan rambut dan cover tissue (panjang
dan persegi). Dan dengan bimbingan Bu Ros yang dengan sabar mengajari kami
beserta suguhan teh manis dan tahu bulat, kami berhasil menyelesaikan produk
tepat waktu. Kami juga belajar untuk sabar dalam bekerja dan menikmati proses
yang kami lewati dari belajar membuat pola hingga akhirnya bisa langsung
membuat produk.
KESIMPULAN
Astari Aulianur Qonita:
Saya merasa
sangat senang bisa menjadi bagian dari projek daur ulang ini, selain menambah
pengetahuan saya tentang cara-cara untuk mendaur ulang sampah, saya juga
menjadi lebih menghargai sampah plastic yang ada dirumah dan berusaha untuk
mengurangi sampah plastic tersebut dengan cara menjadikan sampah tersebut
menjadi barang yang lebih berguna. Saya sadar bahwa keahlian kecil seperti
membuat prakarya, melipat, dan membuat pola merupakan keahlian yang tidak bisa
diremehkan. Selama hal tersebut bisa membuat dunia lebih baik lagi tentunya
dengan mengurangi sampah plastik dan memberdayakan keahlian yang dipunya
tentunya akan sangat baik untuk dilestarikan.
Saya
rasa kelompok kami cukup baik dalam berpartisipasi di kegiatan ini walaupun ada
yang datang telat sekali karena suatu kendala akan tetapi kelompok kami cukup
antusias dan bisa bekerja sama untuk menyelesaikan produk.
Vanesha Christy:
Kesan saya
selama menjalani kegiatan daur ulang bersama Bu Ros, saya merasa senang dan
juga mendapat kan banyak pengetahuan baru tentang pentingnya dan caranya untuk
mendaur ulang sampah dengan benar dan bahkan barang tersebut bias dipakai
sendiri dan juga dijual.
Dari keseluruhan
kegiatan daur ulang ini, saya merasa masih adanya kekurangan dari kelompok
kami, seperti adanya individu yang datang terlambat dan hal tersebut menurut
saya sangat tidak sopan. Namun dari sisi lain, setiap anggota kelompok cukup
aktif dalam mengikuti kegiatan daur ulang ini.
Syafiq
Ammar Izzudin:
Saya
telah melakukan suatu kegiatan yang memberikan banyak manfaat bagi diri saya.
Kegiatan yang saya lakukan adalah mendaur ulang sampah yang saya lakukan selama
3 hari saat beberapa waktu lalu. Saya baru menyadari bahwa semua jenis sampah
ternyata bukan sesuatu yang tidak berharga, ternyata beberapa jenis sampah
dapat kita buat menjadi suatu karya kerajinan jika didaur ulang, memang tidak
semua jenis sampah dapat di daur ulang seperti limbah yang mudah membusuk dan
limbah yang beracun / berbahaya. Limbah yang didaur ulang saat kegiatan saya
dari bekas bungkus kopi dan energen, karena bungkus ini terbuat dari plastik
yang tidak mudah terurai sehingga dapat dijadikan bahan daur ulang. Kerajinan
tersebut dijadikan tas, bandana, dsb yang cantic-cantik, seolah hasil tersebut
tidak seperti dibuat dari barang bekas/sampah. Berawal mencoba-coba untuk
mendaur ulang sampah menjadi suatu karya merupakan ide yang kreatif dan
menginspirasi, sebab semakin banyak orang yang berpikir kreatif seperti ini
akan menambah lapangan kerja baru dan agar orang-orang tidak memandang sampah
sebelah mata. Kerajinan bukan hanya menjadi pajangan, namun juga dapat dijual
dan menghasilkan uang, Melalui kegiatan yang lakukan ini saya memetik pelajaran
yang berharga yaitu sampah dapat menghasilkan suatu karya besar yang menarik
dengan cara mendaur ulang sampah yang tidak mudah terurai, dapat menghasilkan
pendapatan dari penjualan kerajinan daur ulang, dan menjaga kelestarian
lingkungan / mengurangi pencemaran lingkungan. Maka dari itu saya menyarankan
untuk semua generasi bangsa untuk tidak gampang menganggap suatu hal itu kecil,
justru dari hal yang kita anggap kecil ini bisa kita jadikan menjadi sesuatu
yang menginspirasi banyak orang, jangan menganggap sampah hanya sebelah mata,
jangan hanya menimbun sampah hingga bertumpuk menjadi tidak berguna tetapi
jadikan sampah itu sebagai peluang dengan kita mengubahnya menjadi kerajinan.
Riandra Anggar Kusuma:
Dengan ada nya kegiatan daur ulang ini, kita
semua bisa belajar bahwa barang yang di anggap sampah seperti bungkus kopi atau
pun bungkus minuman yang lainnya bisa di daur ulang dan menghasilkan kerajinan
seperti gantungan kunci , tempat pensil , bando bahkan tas. Dan semua ini bisa
kita jual dan dapat mengghasilkan uang. Dengan ada nya daur ulang ini di
harapkan masyarakat mau lebih berkontrobusi untuk lingkungan sekitar terhadap
masalah sampah.
Sigit Tri Sasongko:
Menurut saya kegiatan yang telah kami lakukan
beberapa pekan lalu sangat menginspirasi, karena kita bisa berpikir kreatif
dengan sampah yang telah kita timbulkan selama ini. Bukan hanya untuk merawat
bumi kita, daur ulang sampah juga bisa menghasilkan pundi2 uang yang lumayan
besar apabila kita menekuni nya. Maka dari itu, saya ingin menyarankan pada
kalian semua untuk lebih berpikir kreatif, tidak cuma menimbulkan sampah saja,
tetapi kita juga bisa mengubah sampah itu menjadi uang sangat menjanjikan...^_^
Syarafina Tamara Avianti:
Kesan saya selama kegiatan daur ulang di depok
beberapa waktu yang lalu adalah saya jadi bisa belajar kerajinan tangan
walaupun bagi saya sedikit rumit karena saya memang tidak jago dalam hal itu
hehe dan mengetes kesabaran saya tapi kegiatannya tetap menyenangkan dan
mengedukasi kalau sampah plastik lebih baik di daur ulang menjadi sebuah
kerajinan tangan yang lumayan bisa untuk menghasilkan uang dari hasil jualan
kerajinan tangan tersebut
Kresna Adjie Dewantara:
Menurut saya kegiatan ini sangat berguna sekali, apalagi di
lingkungan seperti ini. saya berharap masyarakt setempat dapat mendukung
kegiatan daur ulang sampah ini
LAMPIRAN
Absen Jumat, 10 Maret 2017:
Astari Aulianur Qonita – hadir
Syarafina Tamara Avianti - hadir
Vanesha Christy - hadir
Sigit Tri Sasongko - hadir
Syafiq Ammar Izzudin - hadir
Riandra Anggar Kusuma - hadir
Kresna Adjie Dewantara – hadir
Absen Jum’at, 14 Maret
2017
Astari
Aulianur Qonita – hadir
Syarafina Tamara Avianti
- hadir
Vanesha Christy - hadir
Sigit Tri Sasongko -
hadir
Syafiq Ammar Izzudin -
hadir
Riandra Anggar Kusuma -
hadir
Kresna Adjie Dewantara –
hadir
Absen Jum’at, 17 Maret 2017
Astari Aulianur Qonita – hadir
Syarafina Tamara Avianti - hadir
Vanesha Christy - hadir
Sigit Tri Sasongko - hadir
Syafiq Ammar Izzudin - hadir
Riandra Anggar Kusuma - hadir
Kresna Adjie Dewantara – hadir
Absen Kamis, 23 Maret 2017
Astari Aulianur Qonita – hadir
Syarafina Tamara Avianti - hadir
Vanesha Christy - hadir
Sigit Tri Sasongko - hadir
Syafiq Ammar Izzudin - hadir
Riandra Anggar Kusuma - hadir
Kresna Adjie Dewantara – hadir
Absen Selasa, 28 Maret 2017
Astari Aulianur Qonita – hadir
Syarafina Tamara Avianti - hadir
Vanesha Christy - hadir
Sigit Tri Sasongko - hadir
Syafiq Ammar Izzudin - hadir
Riandra Anggar Kusuma - hadir
Kresna Adjie Dewantara – hadir
![]() |
| 10 Maret 2017 |
![]() |
| 14 Maret 2017 |
![]() |
| 17 Maret 2017 |
![]() |
| 28 Maret 2017 |
![]() |
| 23 Maret 2017 |













